Penyunting : Selsa Chintya
Proofreader : Yuli Yono
Ilustrasi Isi : @teguhra
Jumlah halaman : 382 halaman
Terbit : April 2015
Penerbit : Spring
Genre : Novel Remaja, Romance
Cover : Soft cover; 14x20 cm
Harga : Rp. 64.000,-
No. ISBN : 978-602-71505-1-5
TAtBILB adalah cerita tentang Lara Jean, gadis 16 tahun yang suatu hari mendapati hidupnya jadi kacau-balau karena surat-surat cintanya—total ada lima surat—yang selama ini ia tulis dan ia simpan untuk dirinya sendiri, mendadak benar-benar dikirimkan. Kini Lara Jean harus berhadapan langsung dengan para cowok yang pernah ia sukai itu. Mulai dari Peter Kavinsky teman masa kecilnya, sampai Josh, cowok tetangga yang sekarang berstatus mantan pacar kakaknya.
Buku ini tidak bercerita melulu tentang kehidupan roman Lara Jean, tetapi juga banyak mengisahkan tentang kehidupan keluarganya, terutama hubungan Lara Jean dengan kakak perempuannya, Margot (si Gogo), dan adik perempuannya, Katherine (Kitty). Mereka bertiga menyebut diri mereka Gadis-gadis Song. Song adalah nama Korea ibu mereka yang meninggal saat Lara Jean berumur sepuluh tahun. Ayah mereka belum menikah lagi, sehingga otomatis peran ibu jatuh ke tangan Margot, si tertua dari Gadis-gadis Song. Novel ini diawali dengan kepergian Margot ke Skotlandia untuk kuliah. Dan itu artinya peran Margot sebagai pengurus rumah tangga kini diwariskan kepada Lara Jean.
Meski berumur 16 tahun, jangan membayangkan Lara Jean seperti umumnya remaja Amerika yang sering terlihat lebih 'dewasa' dibandingkan umurnya. Lara Jean sedikit terlalu lugu (saya lebih suka pakai kata naif sih sebenarnya) untuk menjadi remaja Amerika; ia tidak bergaul dengan cowok, lebih suka membantu di panti jompo daripada berpesta, dan tipe yang tidak akan berhubungan seks sebelum menikah atau paling tidak berumur 21 tahun. (Benar-benar karakter gadis baik-baik khas novel remaja Indonesia, lol)
Lara Jean juga sangat mengidolakan Margot, sampai terkesan ia sangat tergantung pada kakaknya itu dan tidak bisa diandalkan. Bahkan kadang kita bisa melihat bagaimana adiknya Kitty yang berumur sembilan tahun, lebih dewasa dan mandiri daripada Lara Jean. Namun Lara Jean juga punya kelebihan lain selain berkarakter sebagai gadis baik-baik, yaitu ia sangat peka... dalam artian ia sangat mengandalkan perasaannya. Saking pekanya, Lara Jean lebih nyaman mengungkapkan perasaannya ke dalam surat-surat cinta yang tidak pernah dikirimkan daripada mengungkapkan langsung. Ia lebih nyaman menghadapi perasaannya sendiri daripada harus berhadapan dengan perasaan orang lain yang nyata.
"Rasanya menakutkan saat semua itu nyata. Saat aku tidak hanya memikirkan seseorang, tapi ada seseorang yang nyata di hadapanku dengan, entahlah, pengharapan. Dan keinginan." ~ Lara Jean
Yap, zona nyaman Lara Jean adalah keluarganya.
“Saat aku sangat menyukai seseorang, bahkan mungkin mencintainya, aku selalu lebih memilih kakak dan adikku, karena tempatku adalah bersama mereka.” ~ Lara Jean
Jadi bisa dibayangkan betapa bingungnya Lara Jean ketika suatu hari surat-surat rahasianya itu terkirim kepada kelima cowok yang pernah ia sukai. Yang paling membuat Lara Jean panik adalah karena salah satu dari kelima cowok itu adalah Josh, tetangganya, dan juga pacar Margot—atau mantan pacar, karena saat Margot pergi ke Skotlandia, Margot memutuskan Josh.
Lara Jean tidak akan bisa—tidak akan pernah bisa—membiarkan Margot tahu bahwa ia pernah suka (atau masih suka?) pada Josh. Jadi apa yang harus ia lakukan sekarang?
Oh ya, apa sudah disebutkan tentang sifat Lara Jean yang impulsif? Jika belum, maafkan. Yap, Lara Jean sangat impulsif. Ia suka bertindak tanpa berpikir lebih dulu. Ia sering bertengkar dengan Kitty dan juga merusakkan mobil Margot karena sifat impulsifnya itu. Bahkan jika boleh disimpulkan, mungkin sifat Lara Jean inilah yang menjadi penyebab semua masalahnya.
Dan ide impulsifnya yang paling brilian untuk memecahkan masalah bagaimana-caranya-agar-Margot-tidak-tahu-ia-pernah-suka-Josh adalah berpura-pura sudah tidak punya perasaan apa pun pada Josh. Dan bagaimana cara membuktikannya? Tentu saja dengan mengaku kepada Josh bahwa ia sudah punya pacar. Tetapi bukannya Lara Jean tidak punya pacar? Josh juga tahu pasti hal itu. Jadi tindakan impulsif Lara Jean berikutnya adalah membuat pacar palsu. Dan yang dipilihnya (lagi-lagi tanpa berpikir lebih dulu) adalah Peter Kavinsky, salah satu penerima surat cinta rahasianya, sekaligus cowok paling populer di sekolah.
Mudah untuk memilih siapa pun menjadi pacar bohonganmu, tapi bagaimana caranya agar cowok itu 'mau' jadi pacar bohonganmu? Hmm, rupanya Peter Kavinsky punya motif sendiri untuk mengikuti skenario Lara Jean. Peter ingin membuat jengkel Genevieve, mantan pacarnya. Peter dan Gen memang sudah lama putus sambung, dan kali ini gosipnya mereka putus karena Gen punya pacar baru seorang cowok kuliahan. Peter ingin membuat Gen yakin bahwa hubungan mereka benar-benar sudah selesai.
Dari sinilah perjalanan roman Lara Jean dimulai, ia pun mulai belajar bahwa terkadang perasaan cinta lebih indah saat dijalani di kehidupan nyata.
Aku tidak ingin merasa takut lagi. Aku ingin berani. Aku ingin… mulai memiliki kehidupanku sendiri. Aku ingin jatuh cinta dan cowok yang kusukai juga menyukaiku. ~ Lara Jean
Buku ini ditulis dengan POV orang pertama, jadi rasanya seperti membaca sendiri buku diari Lara Jean. Bahasa dan ceritanya ringan. Banyak dinamika menarik yang ditampilkan antara kakak beradik Song. Seandainya kita punya saudara perempuan, terkadang kita juga akan bisa menautkan pengalaman pribadi kita sendiri dengan cerita kakak beradik Song.
Lalu apakah salah kalau suka dengan pacar kakak sendiri? Situasi ini bisa dibilang realistis dan sangat mungkin terjadi, mengingat jarak usia Lara Jean dan kakaknya juga dekat. Tetapi tetap saja ada kemungkinan beberapa di antara pembaca akan sedikit kesulitan memahaminya. Lara Jean menyukai Josh jauh sebelum Josh berpacaran dengan Margot. Ia merasa sakit hati saat menghadapi kenyataan bahwa Josh justru menyukai Margot. Rasanya pasti sama seandainya cowok yang kita sukai ternyata lebih menyukai sahabat kita sendiri.
Lara Jean menyikapi perasaannya dengan cukup realistis pula. Ia menulis surat cintanya untuk Josh dengan tekad untuk mengakhiri perasaannya. Semacam say goodbye. Dan ia bisa dibilang cukup berhasil mengendalikan rasa sukanya. Perlahan Lara Jean mulai bisa menerima dan juga mengakui bahwa Josh dan Margot memang ditakdirkan bersama. Hanya saja rupanya Lara Jean tidak cukup mengenal Josh. Ketika Josh menerima surat rahasia dari Lara Jean dan membacanya, reaksi cowok itu di luar dugaan Lara Jean (di titik ini terus terang saya justru jadi kurang paham dengan karakter Josh).
Kemudian ada lagi konsep pacaran kontrak atau pacar bohongan antara Lara Jean dan Peter Kavinsky. Konsep pacar bohongan mungkin sudah konsep umum di genre novel remaja. Namun karakter Peter Kavinsky di novel inilah yang menjadikan konsep ini hidup dan menarik. Peter K. awalnya digambarkan seperti cowok populer pada umumnya yang arogan (mobilnya Audi sih, hahaha). Tetapi sepanjang novel kita akan mengenal karakter Peter lebih dalam. Peter memang populer dan itu karena karakternya yang hangat. Interaksi antara Peter dan Lara Jean adalah yang paling menyenangkan untuk dibaca di novel ini.
Yang terakhir adalah tentang beberapa bagian di novel TAtBILB yang merujuk ke tema hubungan seks (tidak terlalu eksplisit sih, untunglah). Sebenarnya tema hubungan seks di novel bergenre Remaja (atau Young Adult di Amerika sana) sudah sangat umum, tetapi mungkin kadang masih akan sedikit sulit diterima oleh pembaca remaja di Indonesia. Di sini, karakter tokoh utama Lara Jean yang lugu (bagi saya pribadi jujur sedikit membosankan), justru menjadi hal positif yang bisa lebih mendekatkan pembaca novel di Indonesia dengan novel ini. Hal ini juga ditunjang dengan latar belakang tokoh utama yang memiliki separuh darah Korea dan dibesarkan dengan sedikit banyak nilai-nilai ketimuran.
Mengenai akhir cerita, akan ada sedikit kesan open ending. Namun jangan khawatir, ini disebabkan penulis sudah menyiapkan sequel-nya. Jadi bagi fans Peter, ditunggu saja cerita kelanjutannya, ya. Tetapi jangan lupa membaca dulu novel pendahuluannya ini.
Secara umum, novel ini saya beri rating 4 dari 5, jadi cukup recommended untuk dibaca.
